Oleh: Ibnu Haris | Juli 6, 2009

Synthetic Happiness

Oleh: Ahmad Faiz Zainuddin, penemu SEFT dan pendiri LoGOS Institute Jakarta – berdasar riset daripada Dan Gilbert, Harvard Psychologist

artikel asal di sini - http://www.logos.co.id/artikel.php?id=54

Bahagia bersama

Aku memilih untuk BAHAGIA

Manakah yg lebih bahagia? orang yg dapat hadiah jutaan dolar atau orang yg tiba2 lumpuh tangan & kakinya?

Menurut hasil riset dari Dan Gilbert, psikolog peneliti dari Harvard University, dua kelompok orang tersebut dalam waktu setahun setelah musibah atau rejeki nomplok itu akan memiliki tingkat kebahagiaan yg relatif sama

Kok bisa seperti itu? ya, karena kita semua mengalami “Impact bias“, yaitu kecenderungan untuk membesar-besarkan (overestimate) terhadap dampak (hedonic impact) dari peristiwa yg akan terjadi”. Kita merasa akan sangat bahagia jika akan dapat rejeki nomplok, atau sangat menderita jika akan dapat musibah besar. padahal kenyatanya, begitu musibah atau rejeki itu benar2 datang, penderitaan atau kebahagiaannya tdk segede yg kita bayangkan.. jadi, yg kita bayangkan tidak segede kenyataannya.

Riset membuktikan, kejadian traumatis seperti perceraian, kecelakaan, gagal jadi caleg, rumah kebakaran, dst, jika telah terjadi lebih dari 3 bulan yang lalu, secara objektif tidak lagi berpengaruh pada tingkat kebahagiaan kita, kecuali kita sendiri yg bereaksi secara keliru hingga menderita berkepanjangan.

Sebaliknya, suatu kebahagiaan yg kita tunggu2 seperti lulus kuliah, dapat istri cantik, dapat hadiah besar, dapat pekerjaan idaman, dst. hanya berpengaruh sedikit pada tingkat kebahagiaan kita 3 bulan setelah kejadian.

Bagaimana bisa seperti itu? karena kita bisa “Membuat kebahagiaan kita sendiri” happiness can be synthesized. Simak ucapan Sir Thomas Browne (1642) “ I am the happiest man alive. I have that in me that can convert poverty to riches, adversity to prosperity, and i am more invulnerable than Achilless .Fortune hath not one place to hit me“. “Saya adalah orang paling bahagia di dunia, saya memiliki kebahagiaan itu di dalam diri saya (baca: saya bisa menciptakan rasa bahagia itu di dalam diri saya sendiri), dengannya saya bisa mengubah miskin menjadi kaya, kesusahan jadi kemakmuran. Saya lebih tangguh dari Achilles (siapa Achilles? lihat film TROY). Apapun yang saya alami, tidak berpengaruh pada tingkat kebahagiaan saya.

Apa yg dialami Thomas Browne dalam ilmu psikologi disebut “Psychological immune system“, dan kita semua memilikinya di dalam otak kita. Kesimpulannya? Seperti yg dikatakan Shakespeare, “Tidak ada penderitaan atau kebahagiaan yg objektif, kita sendirilah yang menciptakannya”.

Jadi, anda merasa depresi , stress, menderita? maka anda sendirilah (tepatnya pikiran andalah) yang bertanggung jawab atas penderitaan anda. Anda pingin bahagia? silahkan ciptakan sendiri kebahagiaan anda.. you can synthesized happiness, begitu kesimpulan dari hasil penelitian profesor Harvard, Dan Gilbert.

Sekali lagi, happiness is a choice.. so, choose to be happy.. how ?

Synthetic Happiness vs Natural Happiness

Menurut Prof. Gilbert:

kebahagiaan alami = adalah apa yg secara spontan kita rasakan ketika kita mendapatkan apa yg kita inginkan.

Kebahagiaan sintetis = adalah apa yg dengan sengaja kita pilih untuk kita pikirkan atau lakukan untuk membuat kita bahagia, ketika kita tidak mendapatkan yg kita inginkan (bahasa maduranya=menghibur diri)

Dan masalahnya kita percaya bahwa kebahagiaan sintetis tidak sebaik kebahagiaan natural. SALAH BESAR.. kebahagiaan sintesis bisa senyata dan setahan lama kebahagiaan natural.. dan lebih bisa diandalkan.. karena tidak tergantung kondisi lingkungan..

semakin kita menggantungkan kebahagiaan kita pada apa yg terjadi.. semakin kita sulit menemukan kebahagiaan, dan kita semakin rentan terombang-ambing antara bahagia dan menderita.. karena by design, dunia ini selalu diselingi dengan peristiwa baik – buruk yg silih berganti..

Sebagaimana kata-kata penutup Prof. Gilbert dalam ceramahnya di TED Show (TED.COM), “yaa, kita memang punya banyak keinginan dan harapan, ya, kita punya preferensi tentang masa depan seperti apa yg lebih kita sukai, tetapi begiu kita terlalu terobsesi dan overestimate terhadap kejadian apa yg akan membuat kita bahagia, maka kita dalam kondisi rentan untuk menderita.

jika sikap kita adalah ” saya akan bahagia, jika….” maka kita rentan untuk menderita.
Jika sikap kita adalah ” saya akan bahagia, walaupun….” maka kita selalu bahagia

sama dengan Cinta.. ada cinta bersyarat yg rentan untuk berubah jadi benci, (aku Mencintaimu, karena…. atau jika…….). ada cinta tak bersyarat yg dalam kondisi apapun akan tetap bertahan (aku mencintaimu, walaupun….)

Bagaimanakah anda mencintai? dengan “Cinta karena….” atau “Cinta walaupun…” ?
Bagaimanakah sikap anda ? ” Bahagia, jika.. atau karena…..” atau “bahagia walaupun….”?


Berikut adalah cuplikan daripada esai bertajuk “Sejarah Sasindo Periode 1961 – Sekarang” dari blog Study Club with Mashuri. Sayangnya data mengenai karya alm Atok Yunan Helmy Nasution, dan detail penglibatan beliau di dalam HSBI masih dalam proses pencarian dan penyimpanan.

Image Courtesy of Imageshack

Pasar Baroe - Image Courtesy of Imageshack

9. Drama

Penulisan drama pada masa dulu lebih banyak dimaksudkan sebagai drama bacaan, sedang drama baru lebih erat hubungannya dengan pementasan. Para penulis drama kebanyakan ialah orang-orang yang aktif dalam bidang pementasan, baik sebagai sutradara maupun pemain. Contoh pengarang drama:

1. Mohamad Diponegoro seorang ketua group drama teater muslim di Yogyakarta. Contoh karyanya antara lain : Iblis, Surat pada Gubernur. Dia juga dikenal sebagai penulis cerpen dan penerjemah ayat-ayat Alquran secara puitis. Namun sampai sekarang karnyanya belum diterbitkan.
2. M. Yunan Helmy Nasution ketua Himpunan Seniman Budayawan Islam (HSBI).
3. Saini K.M seorang penyair juga pemain teater Perintis Bandung.
4. B. Soelarto dengan karyanya Domba-domba Revolusi.
5. Arifin C. Noer aktif di teater Muslim dan group drama di Yogyakarta tahun 1968 dia pindah ke Jakarta dan membentuk Teater kecil.dua aktif sebagai sutradara dan pemain. Ia banyak menulis sajak, drama, kritik dan esai. Bahkan dramanya yang berjudul “Matahari di sebuah Jalan Kecil” dan “Nenek Tercinta” mendapat hadiah sayembara penulisan drama teater Muslim tahun 1963.

Silahkan klik link di atas untuk artikel penuh. Wassalam.

dipetik dari http://www.geocities.com/babussalam_pi/profil.html

Profil Keluarga Besar Pengajian Babussalam

Keluarga Besar Pengajian Babussalam didirikan pada hari Sabtu tanggal 20 Oktober 1984 (24 Muharram 1405 H), tetapi baru pada hari senin, 22 Oktober 1984 untuk pertama kalinya diadakan pengajian yang dihadiri oleh 15 orang jama’ah dikediaman Ibu Gina A Sanova. dengan pengajar Bapak KH Yunan Helmi Nasution, pada saat itu diputuskan pertemuan untuk 1 x dalam sebulan, tetapi harinya belum ditetapkan. Jadi untuk setiap bulan jatuh bergantian antara hari Senin sampai Jum’at kecuali Sabtu dan Minggu. Dan pengajian tersebut belum diberi nama.

Pendirian pengajian dilandasi dengan keinginan untuk memperluas wawasan Islam, tetapi dengan lingkungan jama’ah yang sebaya, sebab pada waktu itu (1984) belum ada suatu perkumpulan atau pengajian ibu-ibu muda atau pengajian yang mengkaji, mengupas masalah Islam tetapi dengan sistem paket tema dari pelajaran tentang Islam yang paling dasar.

Syukur Alhamdulillah dari pertama kali pengajian samapai bulan April 1986 pengajian berjalan cukup lancar dengan pengajar tetap Bapak KH Yunan Helmi Nasution, Bapak H Ridwan Lubis dan Bapak KH Mawardi Labay El-Sutany, dan jama’ah mencapai kurang lebih 125 ibu-ibu, tetapi setiap pangajian hanya dihadiri antara 25 sampai 40 ibu-ibu.

Rupanya Ujian mengguncang pengajian yang didirikan oleh Ibu Gina A Sanova tersebut, yaitu pada bulan mei 1986 sesudah 4 bulan (dari bulan Februari 1986 – Mei 1986) diliburkan tanpa batas waktu oleh ketua yang baru, akibatnya jama’ah lama-kelamaan sudah tidak tahan rindu untuk mendapatkan siraman rohani tersebut berpencar, ada yang mendirikan pengejian sendiri, ada yang bergabung dengan pengajian lain yang ada di Jakarata yang memang pada tahun 1986 tersebut Alhamdulillahmulai banyak berdiri, dan Ibu Gina A Sanova sendiri bergabung di 5 pengajian yaitu  “Pengajian Sehati Kemang” ; “Pengajian Ar-Rahman Pondok Indah” ; “Pengajian Keluarga Pondok Indah” ; “Pengajian Galuh” ; dan “Pengajian Narima”

Pada suatu pengajian yang dihadiri oleh pengajar Bapak KH Anwar Sanusi, Beliau membahas 17 dosa besar manusia, salah satunya yaitu lari dari jalan Allah S.W.T.

Kami bertanya kepada beliau apa arti lari dari jalan Allah ternyata salah satunya adalah membubarkan Maj’lis Ta’lim / perkumpulan pengajian. Dalam minggu itu juga diadakan konsultasi dengan Bapak KH Yunan Helmi Nasution dan Bapak H Ridwan Lubis mengenai pengajian yang sudah sempat berjalan 1,5 tahun tersebut.

Dua bulan kemudian, yaitu November 1988 Alhamdulillah pengajian dimulai lagi tetapi 80 % jama’ah adalah wajah-wajah baru dan hanya dihadiri 18 ibu-ibu dari 35 ibu-ibu yang diundangdengan tetap pengajian tersebut belum ada namanya.

Dan pada Februari 1989 atas saran dan nasehat Bapak KH Yunan Helmi Nasution maka Baitul Maal yang mana fungsinya sebagai pengumpul Zakat, Infaq, Shadaqah dan jamaah pengajian yang selanjutnya disalurkan kepada yang berhak.

Alhamdulillah pada bulan November 1989, pengajian dihadiri oleh kurang lebih 25 ibu-ibu dengan pengajar Bapak KH Mawardi Labay Al-Sutany, beliau memberi nama pengajian tersebut dengan nama “BABUSSALAM” yang bermakna arti “Pintu Keselamatan”, dengan penjabaran firman Allah bahwa, “WANITA TIANG RUMAH TANGGA, WANITA TIANG NEGARA DAN DIBAWAH TELAPAK KAKI WANITALAH SYURGA ITU DILETAKKAN ALLAH S.W.T. Jadi para wanitalah yang membawa langkah keselamatan bagi sejarah hidup anak manusia………” WANITA YANG SHOLEH ADALAH PERHIASAN DUNIA.

Dan semenjak itu ditetapkan pengajian setiap hari selasa minggu ke-1 dan 3 setiap bulannya, baru pada tahun 1995 sampai dengan sekarang pengajian diselenggarakan setiap hari Selasa baik dalam 1 bulan tersebut atau ada 4 atau 5 kali hari Selasanya dan libur pada saat bulan Ramadhan (diganti dengan Tadarusan), libur akhir tahun baru masehi selama 2 minggu dan libur pada kenaikan kelas selama 1 bulan.

Jumlah jama’ah sampai bulan Juli 2001 baik yang aktif maupun yang kehadirannya insidential yaitu 282 ibu-ibu, dengan pimpinan Ibu Hj. Gina A Sanova.

Walaupun sempat libur Pengajian Babussalam selama kurang lebih 1 tahun, namun Insya Allah dari 20 Oktober 1984 sampai 20 Oktober 2001 tahun ini Keluarga Besar Pengajian Babussalam menginjak usia yang ke – 17 tahun.

Oleh: Ibnu Haris | Juli 2, 2009

Cordova

Cordoba Tourists

Cordova…oh…Cordova…

Istana singa telah jadi museum

Mesjid Abdurrahman tinggal puing-puing

Universitas castilia telah jadi biara

Semua…semua kegemilangan telah lenyap

Tuan tahu mengapa ini bisa terjadi…

Ini terjadi akibat perpecahan…

Perpecahan pemimpin Islam

Kini tinggal kisah…kisah Andalusia

Segagah Islamiyah hanya satu…satu bukan dua

Yaitu bersatu…sekali lagi bersatu

TAUHID…

IJTIHAD…

Kami tidak ingin Indonesia menjadi andalusia

Penuh kisah biadabil ambisius

Menggadai-gadaikan umat pada segelintir pedagang

Mengkotak-kotakkan umat berfirqah-firqah

Lalu mengadu mereka penaka domba

Aku rindu pada binaan rumah tangga Islam Indonesia

Satu Ukhuwah…Satu Shaff…Satu Komando…Satu cita-cita

Pembawa Nama ALLOH yang kekal dalam sejarah

Hidup Persatuan Muslim…Hidup Persaudaraan Muslim

LAILAHAILLALLAH…MUHAMMADURRASULULLAH

Karya: Alm. H Yunan Helmy Nasution

Abah & Atok kami yang tercinta.

« Tulisan Baru

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.